Headlines News :

Latest Post

Bandung Gelar Festival Produk Pebisnis Muda

Membangkitkan pemuda menjadi wirausahawan belakangan menjadi tren. Tren yang sama juga terjadi di Bandung akhir pekan lalu, misalnya. Kota Kembang itu baru saja menggelar festival produk kalangan usahawan muda dan para calon usahawan. Acara yang menampilkan produk-produk dari usahawan muda itu diselenggarakan event organizer (EO) MyOyeah. Tujuannya, agar para usahawan muda tidak saja mendapatkan keuntungan dari nilai transaksi produknya, melainkan juga mendapatkan ilmu pengetahuan tentang cara bikin usaha yang baik, utamanya soal soal perizinan. 

“Semua pameran ini berbau enterpreneur karena memang peserta bukan hanya jadi peserta pameran, tapi sekaligus dapat mencari peluang usaha waktu mereka pulang. Karena peserta dan masyarakat umum diberikan ilmu tentang kewirausahaan sesuai tujuannya membangkitkan wirausaha baru di kalangan pemuda,” papar Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat di Bandung, Rabu (6/6). 

Pameran itu dilengkapi stan info enterpreneurship, pelatihan, diskusi, dan sejenisnya. Dalam acara workshop tentang kemasan, misalnya, mereka diberi pengetahuan tentang mengemas produk yang baik, bukan saja dari narasumber ahli dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat, melainkan juga dari pemerintah setempat dan peserta yang sudah lebih dulu sukses. 

 “Jadi isi pameran ini penuh dengan sharing bisnis. Kebetulan semangat sharing anak muda di Bandung untuk berbagi pengalaman dan ilmu cukup tinggi. Dengan demikian mereka tidak khawatir orang yang diberikan ilmu bakal jadi musuh dalam persaingan usaha mereka kelak. Persaingan ini pun dijadikansalah satu materi agar bersaing secara sehat. Persaingan sehat akan memajukan dunia bisnis itu sendiri,” paparnya. Soal kemungkinan para peserta yang datang kondisinya dadakan atau karena mau ikut pameran lantas belanja barang-barang, 

Dede mengatakan, itu memang tidak bisa dihindari. Tapi panitia telah lebih dulu melakukan pengecekan biodata. “Mereka yang mau ikut pameran harus minimal satu tahun punya usaha. Ini terlepas dari statusnya sudah legal apa belum. Karena memang yang belum legal itulah yang diharapkan dapat informasi tentang tata cara pengurusan perizinan agar legal,” paparnya. Project Manajer MyOyeah, Swetla Wendrasti mengemukakan, acara bertajuk BoekabOekaan ini menjadi tempat konsultasi mulai dari legalitas, permodalan, produksi, pengemasan, distribusi, hingga aneka hal yang langsung disampaikan oleh orang yang berpengalaman di bidangnya. 

“Kemudian semua peserta dan pengunjung bisa mengikuti sharing dari para usahawan muda itu untuk membuka rahasia dapur usahanya. Karena ada yang masih mahasiswa, tapi sudah punya usaha maju dengan ratusan karyawan,” kata Swetla Wendrasti. Menurut dia, acara itu digagas karena banyak pengusaha pemula yang mengeluhkan soakl perizinan. Saat usahanya cukup maju dan hendak mengurus izin, ada saja kendalanya. “Maka itu, pameran jadi salah satu momentum yang pas. Tujuannya adalah memberi dukungan seluas-luasnya untuk usaha mikro dan menengah. Jumlah UKM di Jawa Barat saat ini, lebih dari 8, 2 juta dengan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan Provinsi Jawa Barat. UKM di Jawa Barat pun mampu menyerap tenaga kerja 80 persen dan memberi kontribusi lebih dari 60 persen produk domestic regional bruto Jawa Barat,” katanya

Spot Foto Liburan yang Bandung

Spot Foto Liburan yang Bandung

Kawasan Car Free Day Bandung
Tidak lengkap rasanya liburan di Kota Bandung, kalau kita tidak berfoto-foto seru. Nah, ada beberapa tempat di Bandung yang sudah sangat melekat dengan identitas kota tersebut. Berfoto di tempat ini, rasanya eksis banget!
Di Bandung, banyak bertebaran gedung bersejarah, monumen, instalasi seni dan lain-lain yang tidak ada di tempat lain. Hal inilah yang membuat beberapa spot di Bandung menjadi lokasi wajib para wisatawan untuk berfoto-foto.
Disusun detikTravel, Kamis (6/6/2012), inilah 5 spot foto liburan yang Bandung pisan euy!
  1. Gedung Sate Ini dia pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, sekaligus gedung yang menjadi landmark Kota Kembang. Hanya di Bandung ada gedung dengan pucuk bangunan seperti tusuk sate. Bangunan antik ini adalah spot foto yang populer di mata wisatawan. Bangunan megah didominasi warna putih ini juga punya taman yang menarik. Warga Bandung dan wisatawan menjadikan gedung berarsitektur Indo-Eropa ini sebagai tempat kumpul-kumpul, terutama di akhir pekan. Jeprat-jepret kamera di tempat ini adalah menu wajib! 
  2. Museum KAA/Gedung Merdeka Museum Konferensi Asia Afrika atau disebut juga Gedung Merdeka di Jl Asia Afrika, adalah gedung di Bandung yang sangat penting artinya dalam sejarah modern Asia dan Afrika. Setengah abad silam, para tokoh dunia semacam Soekarno sampai Jawaharlal Nehru berkumpul untuk kemajuan bangsa Asia dan Afrika. Gedung yang berdiri sejak 1895 ini punya arsitektur art deco yang unik sekaligus antik. Gedung ini kini berfungsi sebagai museum yang tetap terawat baik. Jalan raya di depannya kerap macet terutama pada jam berangkat dan pulang kerja warga Bandung. Tapi, pasti itu bukan halangan bagi wisatawan berfoto dengan latar bangunan bersejarah ini. 
  3. 3. Braga Inilah salah satu jalan paling tua di Bandung yang dipertahankan kondisinya sampai saat ini. Jalan Braga sejak era kolonial menjadi jalan yang penting dan dibuat dengan gaya tata kota negeri Eropa. Perhatikan jejeran bangunan dan pertokoan tua di kawasan ini. Sepintas kita merasa bukan berada di Bandung. Tidak salah memang, sudut Kota Bandung semacam ini yang membuatnya dijuluki Parijs Van Java. Berfoto di kawasan Braga adalah menu wajib para wisatawan. Biarkan kamera Anda merekam kepingan gambar masa silam, dengan Anda bergaya di dalamnya. 
  4. Taman Dago Jl Ir H Juanda, orang Bandung menyebutnya Jalan Dago, adalah pusat wisata belanja fashion. Aneka toko Factory Outlet dan distro bertebaran, diselingi aneka resto dan cafe. Tapi, spot foto paling menarik bukanlah jejeran toko baju. Bergeserlah ke Taman Dago, ada monumen sekaligus instalasi seni menarik berupa huruf D, A, G, O yang dipasang agak menyebar. Dengan sudut yang tepat, aneka huruf tersebut jelas terbaca "Dago". Berfoto di sini menjadi bukti kalau Anda sudah berjalan-jalan ke Bandung. Satu masalah minor adalah grafitti kasar yang sedikit menodai monumen ini. 
  5. Kebun Teh Lembang Bandung bahkan tetap cantik sampai ke jauh pinggiran kota. Naiklah terus ke atas kota Bandung, sampai Anda menemukan kebun teh menghampar di Lembang. Waaaah, Bandung banget ini! Dari situs Wisata Lembang, menyebutkan kalau kebun teh yang menghampar di lereng Gunung Tangkuban Perahu ini adalah lokasi favorit untuk wisata outdoor orang Bandung dan juga turis dari berbagai kota. Kebun teh yang hijau bak permadani menjadikan Kebun Teh Lembang adalah objek foto yang sempurna. Jadi, siapkan kamera Anda. Selamat berburu gambar nan indah di Kota Bandung.

Jajan Oleh-oleh Khas Bandung

Liburan ke Bandung saat akhir pekan semakin asyik jika ditutup dengan membeli oleh-oleh khasnya. Mungkin, salah satu dari 5 tempat jajan ini bisa menjadi pilihan Anda. Bandung memiliki banyak kios atau toko yang menjual aneka oleh-oleh khasnya. Mulai dari makanan kering hingga basah ada di sini. Jika bingung menentukan pilihan, detikTravel, Kamis (7/6/2012), telah menyiapkan 5 tempat penjualan jajanan khas Bandung, yang bisa menjadi alternatif pilihan Anda: 1. Kartika Sari Salah satu oleh-oleh khas Bandung adalah roti atau kue yang dibuat Toko Kartika Sari. Toko ini memang spesial karena hanya ada di Bandung. Beberapa jenis roti yang dibuat Kartika Sari adalah pisang bollen keju dan cokelat, kacang hijau bollen dan aneka brownies panggang. Diintip dari situs resmi Kartika Sari, toko ini tersebar luas di seluruh wilayah Bandung, seperti di Jl H Akbar No 4, Jl Ir H Juanda, Jl Terusan Jakarta, Jl Buah Batu, Dago dan masih banyak lagi. Setiap Toko Kartika Sari dibuat senyaman mungkin dengan penataan ruangan yang menarik. Sambil menunggu pesanan, Anda bisa duduk santai di kafe yang tersedia di seluruh Toko Kartika Sari. Tidak perlu kuatir soal harga, karena harga oleh-oleh khas Kartika Sari dijual dengan harga yang terjangkau. Dijamin tidak bikin kantong jebol. Setiap harinya, Kartika Sari selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. Kini, giliran Anda yang mencobanya sendiri. 2. Brownies Kukus Amanda Nah, untuk Anda pecinta kue basah seperti brownies, tentu sudah tidak asing lagi dengan brownies buatan Toko Amanda. Memang benar, brownies kukus Amanda sangat terkenal, hampir seantero Bandung. Brownies ini begitu diminati karena memiliki tektur yang lembut dan rasanya yang enak. Bahkan, saking terkenalnya, tak sedikit pula orang yang menjual brownies kukus Amanda di Jakarta. Berbeda dengan Kartika Sari yang hanya bisa dibeli di Toko Kartika Sari, brownies kukus Amanda bisa Anda beli hampir di setiap jalan di Bandung. Jika menengok ke arah trotoar, Anda bisa melihat ada banyak jejeran kios dadakan yang menjual brownies kukus Amanda aneka rasa. Bahkan, saking banyaknya kios yang menjual brownies ini, sedikit orang yang tahu dimana lokasi toko sebenarnya. Jika penasaran lokasi tokonya, Anda bisa datang ke Toko Brownies Amanda di kawasan Dago, tepatnya sebelah Hotel Royal Dago. Ada banyak jenis brownies yang dijual di Toko Amanda, yang tentunya lebih bervariasi ketimbang yang ada di kios. Anda bisa memesan brownies keju, blueberry atau pandan. Tinggal pilih saja! Soal harga, sekotak brownies yang dijual di toko jauh lebih murah dari yang dijual di kios pinggir jalan. 3. Soes Merdeka Masih seputar makanan, selain Kartika Sari dan Amanda, Bandung masih punya Soes Merdeka. Sesuai namanya, toko kue ini memiliki menu andalan kue soes, soes rhum namanya. Jangan ditanya soal rasa, karena dijamin jempolan, maknyuuss! Soes Merdeka menyediakan aneka kue yang bisa Anda pilih sesuai selera, ada kue basah dan juga kering. Untuk Anda yang hobi makan kue kering, memilih pisang sale aneka rasa menjadi pilihan yang tepat. Nah, yang suka blackforest, toko ini juga menyediakan blackforest kotak loh! Di Bandung, Toko Soes Merdeka bisa Anda temui di tiga tempat, yaitu Jl Merdeka, Jl Buah Batu dan Jl Jend Gatot Subroto. Segera arahkan kendaraan Anda menuju Soes Merdeka, dan beli aneka kue lezat untuk oleh-oleh kerabat di kota asal. 4. Maicih Siapa sih yang tidak kenal dengan keripik pedas Ma Icih. Keripik ini sangat terkenal karena rasanya yang unik. Keripik Ma Icih memiliki banyak level atau tingkat kepedasan. Jika Anda pecinta makanan pedas, tak ada salahnya mencoba keripik Ma Icih level 10. Pedasnya begitu mengigit lidah. Hal lain yang membuat keripik Ma Icih unik adalah cara penjualannya. Anda tidak akan menemukan keripik Ma Icih di toko-toko. Ma Icih hanya dijual di dalam mobil, dengan lokasi penjualan yang tidak menentu. Untuk mengetahui lokasi penjualan, Anda bisa melihatnya melalui twitter resmi Ma Icih @infomaicih. 5. Keripik Karuhun "Resep Jadul Rasa Gaul" itulah moto yang dikeluarkan salah satu jajanan khas Bandung, Keripik Karuhun. Saat ini keripik pedas memang tengah marak di tengah masyarakat. Salah satu yang digemari adalah Keripik Karuhun. Karuhun memiliki rasa yang sangat pedas. Jangan coba-coba mencicipinya kalau Anda tidak kuat pedas, karena bisa membakar lidah. Mirip dengan Maicih, Karuhun juga dijual di dalam mobil dan tidak menetap pada satu tempat saja. Untuk mengetahui lokasi penjualan, Anda harus melihat twitter Keripik Karuhun, yaitu @keripikkaruhun. Di dalam twitternya, sang patih atau penjual Karuhun akan menuliskan lokasi penjualan. Anda pun bisa membelinya langsung. Ingat, jangan membeli yang palsu ya. Karuhun asli dijual di dalam mobil dengan standing banner di samping mobil. Selain itu, keripik yang asli bergambar bapak-bapak Sunda menghadap ke arah kanan.

Pengadilan Tipikor Bandung Bebaskan Koruptor Rp14 M

Terdakwa kasus korupsi Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (BP PBB) senilai Rp 14 miliar, Bambang Heryanto diputuskan bebas murni oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/6). Putusan itu membuat segala tuduhan Jaksa Penutut Umum (JPU) yang mengarah kepada Bambang selaku Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Jabar gugur. "Mengadili terdakwa Bambang Heryanto secara sah dan meyakinkan tidak melakukan tindak pidana korupsi. Membebaskan terdakwa dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan memulihkan hak terdakwa kedudukan dan martabatnya," ujar Ketua Majelis Hakim GN Arthanaya saat membacakan amar putusannya di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (7/6). Namun, Bambang tetap diminta mengembalikan uang sebesar Rp 913 juta yang didapatnya sebagai insentif BP PBB Kabupaten Subang, Jabar, selama periode 2005-2008. Uang tersebut pun sudah dikembalikan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Subang ini pada proses penyidikan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar. Dalam uraiannnya, majelis hakim menyatakan, pembubuhan paraf yang dilakukan Bambang pada draft SK SK No 973 tahun 2005 tentang Biaya Pungut PBB di Pemkab Subang merupakan bagian dari tanggungjawab pelayanan administrasi yang harus dilakukan sebagai sekda saat itu. "Yang berinisiatif dalam pembuatan draft SK tersebut merupakan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Subang saat itu, yaitu Agus Muharam. Majelis tidak menemukan indikasi niat jahat menyalahgunakan jabatan atau kesempatan. Majelis juga tidak melihat adanya persekongkolan dengan terdakwa lain untuk menyalahgunakan kesempatan. Sehingga terdakwa tidak patut dipersalahkan," tutur majelis hakim. Meski begitu, majelis berpendapat jika uang BP PBB yang dibagikan sebagai insentif itu di luar gaji. Namun, karena hal tersebut menyebabkan kerugian Negara maka harus dikembalikan ke Kabupaten Subang. "Insentif tambahan Rp 913 juta, majelis minta untuk dikembalikan pada negara pemerintah Kabupaten Subang. Dipulihkan haknya, kedudukan haknya," tutur majelis. Putusan tersebut jauh dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut hukuman penjara selama 4,5 tahun. Sebelumnya JPU mendakwa Bambang dengan dakwaan primair pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yang telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yang telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

24 Hotel Berbintang Baru Akan Beroperasi di Bandung

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia mencatat sekarang ada 80 hotel berbintang beroperasi di Kota Bandung dengan menawarkan 14.000 kamar. Angka itu akan bertambah menjadi 15.000 kamar pada akhir tahun ini, karena ada 24 hotel berbintang baru yang siap beroperasi. Demikian diutarakan Ketua PHRI Kota Bandung Momon Abdurachman, di Bandung, Jumat (11/5/2012). Dia mengungkapkan, 24 hotel berbintang itu sudah mendapatkan izin namun belum beroperasi atau belum merampungkan bangunannya. "Dengan demikian, diharapkan bisa makin menampung wisatawan yang datang ke Bandung setiap akhir pekan maupun libur panjang," kata Momon. Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengungkapkan mengenai tren hotel melati tidak berizin yang mulai marak di Kota Bandung. Umumnya, hal itu terjadi dari rumah yang dialihfungsikan menjadi wisma, guest house, maupun tempat penginapan. Jumlah hotel melati yang ada di Kota Bandung mencapai 380 unit dan dikhawatirkan 40 persen terkendala dengan perizinan. Untuk selanjutnya, Momon berupaya untuk merangkul mereka agar bisa merampungkan perizinan dan beroperasi secara resmi.

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Curas Beraksi di 19 TKP

Polisi meringkus komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) yang sudah menjalankan aksinya sebanyak 19 kali tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Bandung. Tiga pelaku dijebloskan di ruang tahanan Mapolda Jabar. Unit I Subdit III (Jatanras) Dirkrimum Reskrim Polda Jabar belum lama ini membekuk tiga pria berinisial AC, AP, dan RM, di dua tempat berbeda yakni di kawasan Cibiru, Kota Bandung, dan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. "Sudah 19 TKP para tersangka melakukan aksi curas (pencurian dengan kekerasan). Setiap beraksi, mereka ini berbekal senjata tajam," jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul melalui siaran pers yang diterima detikbandung, Sabtu (12/5/2012). Martin menerangkan, 19 lokasi penjambretan itu berada di wilayah Kota Bandung yakni Arcamanik (tiga kali), Antapani, (tiga kali), Kiaracondong (tiga kali), Dago (dua kali), Riung Bandung, Cihampelas, Ujungberung, Cidurian, Soekarno Hatta, belakang Gedung Sate, Gasibu, dan Cicaheum. Modus para pelaku yakni memepet dan merampas sepeda motor milik korban. Polisi menyita barang bukti dari para tersangka berupa 1 unit R2 merk Yamaha Mio warna Biru D 3082 HM, 1 unit R2 merk Yamaha Jupiter Z warna Biru D 6003 WD, sebuah HP merk Nokia, dan sebilah Pisau Kujang. "Tiga tersangka yang sudah ditangkap. Saat petugas memburu dua tersangka lainnya yang masih satu komplotan," jelas Martin. Tiga pelaku yang ditangkap itu dijerat Pasal 365 KUH Pidana yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Entri Populer

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Visit Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger