Tempat Wisata Bandung Paling Terkenal

Berbagai tempat wisata di Bandung adalah destinasi favorit bagi banyak kalangan penikmat perjalanan. Bandung adalah kota yang beriklim sejuk, sebuah wilayah dengan topografi kawasan yang dikelilingi pegunungan. Hal inilah yang menyebabkan beberapa tempat wisata di Bandung memiliki panorama alam yang begitu indah, sebut saja Kawah Putih di Ciwidey. Ada juga pesona air terjun Maribaya serta sejumlah tempat wisata di Lembang lainnya.

Kota Bandung selalu ramai di saat akhir pekan, inilah rentang waktu favorit bagi banyak kalangan datang menghabiskan waktu liburannya di Bandung. Tempat-tempat wisata di Bandung akan penuh dengan para pengunjung. Terutama bagi warga Jakarta, mengunjungi Bandung dan berlibur di Kota Kembang tersebut adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan.
Bandung adalah surga belanja yang terkenal dengan factory outlet-nya, tempat di mana Anda dapat menemukan dan membeli berbagai mode pakaian dan aneka aksesoris fashion yang menarik. Tidak hanya berbelanja, menikmati berbagai sajian kuliner Bandung adalah satu hal lainnya yang tak kalah mengasyikkan. Kreatifitas olahan makanan lokal dan sajian berbagai jenis kuliner di Bandung sudah bukan rahasia lagi saat ini.

Dengan dukungan infrastruktur yang begitu baik, perjalanan menghabiskan wisata Bandung Anda akan begitu berkesan. Anda dapat menemukan banyak hotel di Bandung untuk menginap, atau mencari penginapan murah di Bandung juga tidak akan sulit. Sejumlah tempat wisata di Bandung memiliki ketersediaan hotel, villa, atau penginapan yang dapat Anda pilih sesuka hati, termasuk variasi harga yang ditawarkannya. Jika Anda sedang di kawasan wisata Lembang, ada sejumlah hotel murah di Lembang yang dapat Anda temukan

1. Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih
Tempat wisata di Bandung yang satu ini menyuguhkan Anda panorama alam yang sangat memikat, air danau berwarna putih kehijauan terlihat kontras dengan batu kapur putih yang mengitari danau.
Di sebelah utara danau, berdiri tegak tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya. Kawah Putih adalah salah satu yang favorit di Bandung, banyak wisatawan ingin menikmati keindahan alam yang ada di sana.
Kawah Putih terletak di Rancabali, berjarak sekitar 44 km dari kota Bandung. Untuk dapat masuk ke tempat wisata Bandung ini, Anda harus membayar tiket masuk Kawah Putih sebesar Rp 15 ribu per orang. Jika Anda membawa kendaraan roda empat, akan dikenai tarif parkir sebesar Rp 15 ribu per mobil.
Alamat Kawah Putih Ciwidey: Gunung Patuha, Kawasan Wisata Kawah Putih (Jalan Babakan Jampang, Ciwidey), Bandung
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -7.142117,107.397567


2. Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung api yang masih aktif, letaknya sekitar 30 km di utara kota Bandung, tepatnya berada di kawasan wisata Lembang. Gunung ini telah menjadi ikon wisata Jawa Barat, menjadi sebuah tempat wisata di Lembang yang terkenal hingga ke mancanegara.
Pesona Tangkuban Perahu terletak pada kawahnya yang besar. Kawah besar inilah yang menciptakan satu panorama menakjubkan jika Anda menjejakkan kaki di sana. Ada tiga kawah utama di Gunung Tangkuban Perahu.
Anda akan membutuhkan waktu 2 jam untuk bisa mengelilingi keselurahan kawah tersebut. Gas sulfur masih keluar dari kawah meskipun tidak aktif. Dari ketinggian Tangkuban Perahu, Anda akan disuguhi pemandangan yang begitu indah. Mengambil foto dengan latar kawah Tangkuban Perahu adalah kegiatan yang hampir pasti dilakukan oleh setiap orang yang menginjakkan kakinya di salah satu tempat wisata Bandung yang mempesona ini.
Alamat Gunung Tangkuban Parahu: Jalan Raya Tangkuban Parahu (Lembang – Subang), Bandung Barat
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -6.7596528,107.6187444


Daftar Perguruan Tinggi Negeri Di Jawa Barat

Berikut adalah Daftar perguruan tinggi Negeri di Jawa Barat, yang pembinaannya berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Daftar ini tidak termasuk Perguruan Tinggi Islam Swasta, yang pembinaannya berada di bawah Kementerian Agama.

  • ITB
  • UNPAD
  • UIN Gunung Jati
  • IPB

Daftar perguruan tinggi swasta di Jawa Barat

Berikut adalah Daftar perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, yang pembinaannya berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Daftar ini tidak termasuk Perguruan Tinggi Islam Swasta, yang pembinaannya berada di bawah Kementerian Agama.

Institut

Universitas

 Politeknik

 Karawang

Bekasi

Sukabumi

Sukabumi Utara

Cianjur

Ciamis

Bogor

Sumedang

Tasikmalaya

Depok

Garut

Kuningan

Cirebon

Majalengka

Indramayu

Subang

Purwakarta






Universitas Telkom

Universitas Telkom, atau disingkat Tel-U ( /ˈtɛl-ˈjuː/), adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Indonesia. Kampus utama Tel-U terletak di selatan Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Telekomunikasi - Terusan Buahbatu, di kawasan Bandung Technoplex (BT-Plex). Kampus lainnya berlokasi di daerah Gegerkalong Hilir, sebelah utara Kota Bandung, di kompleks perkantoran PT. Telkom (Telkom Innovation and Development Center dan Telkom Corporate University/Telkom Training Center).

Telkom University merupakan penggabungan dari empat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Telkom University berdiri pada tanggal 14 Agustus 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 309/E/0/2013. Universitas Telkom adalah Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom, merupakan penggabungan dari empat Perguruan Tinggi Swasta, yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Institut Teknologi Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Institut Manajemen Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom (STMB Telkom). STT Telkom dan STMB Telkom didirikan pada tahun 1990 atas prakarsa PT. Telkom yang saat itu dipimpin oleh Direktur Utama Ir. Cacuk Sudarijanto. Kedua sekolah tinggi tersebut merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki kekhususan pendidikan dalam bidang industri pertelekomunikasian serta teknologi informasi.

Kampus Telkom University bertempat di kawasan Bandung Technoplex. Kampus tersebut merupakan pengembangan kampus STT Telkom yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tahun 24 Maret 1994. Di masa lalu, kawasan tersebut merupakan lokasi penempatan stasiun pemancar radio tertua kedua di Indonesia milik Pemerintah Kolonial Belanda, yang kemudian ikut mengumandangkan berita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 ke berbagai penjuru dunia. Nilai sejarah dan karya-karya Tridharma yang telah dihasilkan oleh kampus-kampus sebelumnya akan menginspirasi Telkom University untuk berkembang terus menjadi kampus kebangsaan dan sekaligus kampus dunia (World Class University) yang akan selalu menciptakan masa depan (Creating the Future) melalui pengembangan cross-culture academic atmosphere dan global academia. Nick name (julukan) Tel-U dan moto Creating the Future merupakan gagasan yang diberikan oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Direktur Utama/CEO PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk pada saat Telkom University didirikan sebagai penggabungan IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom.

Sebelum bergabung menjadi Telkom University, keempat kampus masing-masing Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Indonesia Telkom telah menghasilkan karya-karya Tridharma Perguruan Tinggi yang berkontribusi besar dalam bingkai sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Dengan penggabungan menjadi satu perguruan tinggi Telkom University, maka seluruh kekuatan yang dimiliki oleh keempat kampus akan menjadi suatu sinergi kekuatan yang dapat menghasilkan karya-karya Tridharma lebih besar bagi peningkatan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat pada berbagai rumpun keilmuan dengan penguatan kekhasan pada bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Melalui penggabungan tersebut, Telkom University juga semakin meningkatkan peran strategisnya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, berkarakter tangguh, dan berani menegakkan kebenaran untuk kepentingan nasional, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memperhatikan dan menerapkan nilai-nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

Untuk mencapai visi dan menjalankan misinya, Telkom University harus menunaikan amanah dengan memegang teguh nilai-nilai inti yang diyakininya dalam penyelenggaraan Tridharma secara bertanggungjawab, mandiri, berintegritas tinggi serta memegang prinsip-prinsip Tatakelola Universitas Yang Baik (Good University Governance), dengan memperhatikan aspek pertumbuhan, keselarasan, pemerataan dan keterjangkauan, sehingga pada masyarakat luas bertumbuh rasa memiliki yang tinggi terhadap Universitas Telkom.

Hari Sabtu 31 Agustus 2013 menjadi momen bersejarah bagi sivitas akademika Telkom University. Di hari tersebut, berlangsung perhelatan akbar grand launching peresmian Telkom University oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA, di Telkom University Convention Hall, dengan menghadirkan rektor pertama Telkom University, yaitu Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D., Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Rektor Telkom University (Tel-U):
  • Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D. (2013-2018)

Sejarah IT Telkom

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) - dahulu bernama STT Telkom - merupakan institusi pertama di Indonesia yang mengkhususkan program studinya pada bidang Information and Communications Technologies (ICT). IT Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang ICT, yang terampil dan berwawasan bisnis, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri ICT yang begitu pesat.

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) pada awal berdirinya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Pendirian STT Telkom diawali dari kesadaran Bapak Ir. Cacuk Sudarijanto yang pada tahun 1990, ketika itu menjabat sebagai Direktur Utama PT. Telkom, akan perkembangan pesat teknologi komunikasi dan informasi harus diimbangi dengan kesediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Berangkat dari pandangan tersebut maka beliau, yang oleh Pengamat Ekonomi disebut sebagai Bapak Transformasi Telkom, mendirikan STT Telkom. STT Telkom diresmikan berdirinya pada hari Jumat, 28 September 1990 di Gegerkalong Hilir Bandung oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi waktu itu, Bapak Soesilo Soedarman. Sejak berdirinya, IT Telkom bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT).

Tujuan didirikannya kampus ini adalah untuk memenuhi sangat pesatnya kebutuhan akan ahli-ahli di industri telekomunikasi. PT Telkom sangat berkepentingan terhadap institusi ini, sehingga PT Telkom memberikan beasiswa penuh dan ikatan dinas kepada mahasiswa angkatan 1991 dan 1992. Adanya perubahan iklim industri telekomunikasi dan dengan dimulainya PT Telkom memasuki era go publik, maka program beasiswa dan ikatan dinas massal dihentikan dan selanjutnya STT Telkom menjadi perguruan tinggi yang mandiri.

Pada awal berdiri, kampus STT Telkom tersebar di tiga lokasi, yaitu Kampus-1 di Jalan Soekarno Hatta, Kampus-2 di Jalan Gegerkalong Hilir, dan Kampus-3 berada di Jalan Penghulu Haji Hasan Mustafa. Pada tahun 1993 STT Telkom memiliki kampus sendiri di Jalan Telekomunikasi Terusan Buahbatu (lokasi sekarang), dan setahun kemudian semua kegiatan belajar mengajar terpusat di kampus baru. Pada tahun itu pula Kampus STT Telkom diresmikan Presiden RI Bapak Soeharto pada tanggal 24 Maret 1994. Menempati lahan seluas 48 ha, kampus STT Telkom memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang baik dengan penataan lingkungan yang asri, sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih kondusif.

STT Telkom meningkatkan bentuk organisasinya menjadi IT Telkom pada tanggal 20 November 2007. Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, IT Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Teknik (FT) atau Telkom Engineering School (TES). Selanjutnya pada tahun 2014 Fakultas Teknik dikembangkan menjadi tiga fakultas, yaitu: 1). Fakultas Teknik Elektro (FTE) atau School of Electrical Engineering (SEE), 2). Fakultas Rekayasa Industri (FRI) atau School of Industrial Engineering (SIE), dan 3). Fakultas Informatika (FIF) atau School of Computing (SC).

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom):
  • Dr. Ir. Bambang Hidayat, DEA (1990 - 1994)
  • Dr. Ir. Taufik Hasan, DEA (1994 - 1997)
  • Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution (alm) (1997 - 2001)
  • Ir. Harsono, M.Sc. (2002 - 2005)
  • Ir. Husni Amani, M.Sc., M.B.A. (2005 - 2007)
Rektor Institut Teknologi Telkom (IT Telkom):
  • Ir. Husni Amani, M.Sc., M.B.A. (2007 - 2010)
  • Ir. Ahmad Tri Hanuranto, M.T. (2010 - 2013)

Sejarah IM Telkom

Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) telah memulai perjalanan sejak tahun 1990 dengan nama MBA-Bandung, kemudian pada tahun 1994 berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB), dan pada tahun 2004 kembali berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom).Transformasi menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) terjadi pada tahun 2008. Kampus pertama MBA-Bandung adalah Gedung H dan I Kompleks Pusdiklat Telkom yang berlokasi di Jalan Gegerkalong Hilir 47 Bandung.

MBA-Bandung adalah penyelenggara program Master in Business Administration pertama di Jawa Barat, mendahului program sejenis yang kemudian diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri di Bandung. Pada awal pendiriannya, MBA-Bandung mengadopsi secara utuh schooling system dari Asian Institute of Management (AIM) Philipines, yang pada saat itu dikenal sebagai Harvard Business School-nya Asia. Ketika didirikan, para profesor dari AIM mengajar dan membimbing penyelenggaraan program MBA sampai dengan tahun 1995. Dengan kondisi ini, pada tahun 1992 MBA Bandung berhasil masuk kedalam tujuh sekolah bisnis terbaik versi majalah SWA, bersama-sama dengan IPPM, IPMI, Prasetya Mulya, UI, dan ITB.

Merespon regulasi pemerintah mengenai penertiban penyelenggaraan program MBA di Indonesia, maka pada tahun 1994, MBA-Bandung mengubah bentuk organisasinya menjadi Sekolah Tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB). Dengan status sekolah tinggi, STMB mengubah program MBAnya menjadi program Magister Manajemen (MM). Selain itu, STMB juga semakin meragamkan varian program MMnya, menjadi program MM Regular, MM Executive, dan MM Cooperative Education. Pada kesempatan akreditasi pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah, program MM STMB memperoleh akreditasi A (Unggul).

Seiring perkembangan regulasi Pemerintah agar sekolah tinggi tidak hanya menyelenggarakan program pasca sarjana, ditambah dengan adanya keinginan dari Direksi PT.Telkom (pada saat itu dijabat oleh AA Nasution) agar STMB makin berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi, pada tahun 1997 STMB menyelenggarakan program strata-1 (S-1/sarjana). Program studi yang dibuka di STMB pada saat itu adalah S-1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI). Minat masyarakat terhadap program studi ini meningkat terus disertai dengan daya serap industri terhadap alumni STMB yang cukup tinggi. Pada kesempatan akreditasi oleh pemerintah pada tahun 2002, program S-1 MBTI STMB memperoleh akreditasi A.

Untuk memberikan identitas yang lebih kuat pada bidang keilmuan manajemen bisnis telekomunikasi, pada tahun 2004 STMB berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom). Perubahan nama ini diikuti dengan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa baru program S-1 MBTI, dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Selain itu, program pasca sarjana juga menambah varian program dengan program MM Bisnis Telekomunikasi (MM Biztel).

Eksistensi STMB Telkom yang semakin kuat telah mendorong upaya transformasi STMB Telkom menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) pada tahun 2008. Transformasi ini ditandai dengan bertambahnya program studi yang diselenggarakan oleh IM Telkom. Program studi baru yang diselenggarakan sejak tahun 2008 adalah program studi : S-1 Ilmu Komunikasi, S-1 Desain Komunikasi Visual, S-1 Akuntansi, S-1 Administrasi Niaga, D-3 Pemasaran. Transformasi ini selanjutnya diikuti dengan pengembangan fasilitas kampus, dimana pada awalnya hanya berlokasi di Kompleks Telkom Training Center Jalan Gegerkalong Hilir, selanjutnya diperluas dengan kampus Jalan Setiabudi. Kegiatan kampus di Jalan Setiabudi tidak dilanjutkan lagi setelah kepindahan ke Kampus BT-Plex.

Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, IM Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau Telkom Economics and Business School (TEBS). Selanjutnya pada tahun 2014, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dikembangkan menjadi dua fakultas, yaitu: 1). Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau School of Economics and Business (SEB), dan 2). Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) atau School of Communications and Business (SCB).

Direktur Eksekutif MBA Bandung:
  • Ir. Tjahjono Soerjodibroto, M.Sc. (1990 - 1994)
  • Ir. Retno S. Renggono, M.B.A. (1994 - 1997)
  • Drs. Nana Hernawan Marta, M.B.A. (1997)
Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB):
  • Drs. Nana Hernawan Marta, M.B.A. (1997 - 1999)
  • Ir. Bambang Baroto, M.B.A. (1999 - 2002)
  • Ir. Thomas Widjanarto, M.Sc. (2002 - 2005)
  • Dr. Ir. Anton Adibroto (2005 - 2006)
Ketua Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom (STMB Telkom):
  • Dr. Ir. Anton Adibroto (2006 - 2007)
  • Asep Suryana Natawiria, M.M., M.Sc. (2007 - 2008)
Rektor Institut Manajemen Telkom (IM Telkom):
  • Dr. Asep Suryana Natawiria, M.M., M.Sc. (2008 - 2010)
  • Dr. Ir. Husni Amani, M.Sc., M.B.A. (2010 - 2013)

Sejarah Politeknik Telkom

Perjalanan sejarah Politeknik Telkom bermula dari 2 (dua) program pelatihan yang bergerak di bidang ICT, yaitu: Program Profesional STT Telkom, dan NIIT & Telkom Center. Kedua lembaga pelatihan ini kemudian bergabung dan membentuk lembaga pendidikan tinggi baru yang bergerak khusus di bidang vokasi. Pada tanggal 27 September 2007, Politeknik Telkom diresmikan oleh Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk., Bapak Rinaldy Firmansyah. Fakultas Ilmu Terapan (FIT)/School of Applied Science (SAS).

Politeknik Telkom hadir dengan membawa misi untuk berkontribusi kepada bangsa Indonesia dan masyarakat dunia dengan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan internasional dan memiliki kemampuan berkompetisi secara global. KHAS Development System (Knowledge, Hardskill, Attitude dan Softkill) merupakan aspek-aspek yang akan terus menerus dikembangkan sebagai bekal memasuki dunia industri. Sistem pembelajaran yang diterapkan menggunakan pendekatan Comence System, yaitu: coaching - mentoring - coaching. Metode ini merupakan sarana yang tepat untuk pendidikan vokasi yang mengutamakan peningkatan kompetensi di bidang ICT.

Sebagai perguruan tinggi vokasi baru, kehadiran Politeknik Telkom menghadirkan suasana kompetisi akademik yang semakin tinggi. Pada tahun 2011 mahasiswa Politeknik Telkom berhasil memenangkan kompetisi mahasiswa perprestasi tingkat Nasional sebagai juara III, dan pada tahun berikutnya yakni tahun 2012 berhasil menjadi juara I mahasiswa perprestasi tingkat Nasional. Tidak hanya itu, di bidang Bahasa Inggris, tim Politeknik Telkom pada tahun 2013 berhasil meraih Juara II National Polytechnic English Olympic untuk kompetisi di tingkat politeknik se-Indonesia, dan pada tahun 2012 berhasil meraih Juara III National University Debating Competition untuk kompetisi di tingkat perguruan tinggi secara umum se- Indonesia.

Politeknik Telkom juga menjalin kerjasama yang cukup erat dengan dunia industri. Pada akhir tahun 2012 Politeknik Telkom memperbaharui konsep kegiatan Kerja Industri, yakni mahasiswa akan terlibat secara profesional pada dunia industri dan mendapat perlakuan yang sama seperti halnya pegawai reguler. Artinya, mahasiswa yang mengikuti program Kerja Industri akan mendapatkan remunerasi dan hak-hak lainnya sama seperti pegawai. Hingga tahun 2013 sudah lebih dari 500 mahasiswa diserap oleh industri dalam program Kerja Industri dengan melibatkan lebih dari 20 perusahaan di bidang industri telekomunikasi, perbankan, sistem informasi, media, consumer goods, dan salah satu perwakilan lembaga dunia International Labour Organization.

Fasilitas perkuliahan yang digunakan merupakan hasil karya pengembangan teknologi yang dilakukan oleh tim dari internal Politeknik Telkom, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang ikut terlibat. Sistem akademik yang dibangun mampu mencuri perhatian salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Bandung dan juga beberapa perguruan tinggi lain dari luar Pulau Jawa karena dikenal telah memiliki sistem akademik yang terintegrasi dan handal.

Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, Politeknik Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) atau Telkom Applied Science School (TASS). Selanjutnya pada tahun 2014 penamaan Telkom Applied Science School (TASS) diubah menjadi School of Applied Science (SAS).

Direktur Politeknik Telkom:
  • Ir. Ahmad Tri Hanuranto, M.T. (2007 - 2010)
  • Ir. Budi Sulistyo, M.T. (2010 - 2013)

Sejarah STISI Telkom

Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom atau STISI Telkom merupakan salah satu perguruan tinggi pelopor khusus di bidang Seni Rupa dan Desain, dengan program studi terlengkap. STISI Telkom memfokuskan lulusannya untuk dapat menjadi tenaga ahli di bidang seni rupa dan desain yang terampil, memiliki wawasan luas, serta memaksimalkan potensi berwirausaha, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan kebutuhan masyarakat serta indrustri kreatif Indonesia dan dunia yang sangat pesat.

Selama 23 tahun berdiri, lebih dari 1,200 alumni dari program Studi Desain Komunikasi Visual, desain Interior, Desain Produk, Kriya Tekstil dan Mode, yang bergelar S.Ds. (Sarjana Desain), serta Seni Rupa Murni (Lukis dan Patung) yang bergelar S.Sn. (Sarjana Seni), telah turut berkontribusi nyata terhadap perkembangan Indrustri Kreatif Indonesia, melalui ragam portfolio karya seni dan desain yang digunakan di berbagai sektor industri dan pembangunan.

Program pendidikan di STISI Telkom dirancang khusus untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mampu berkerja di Industri Kreatif, namun juga memiliki potensi berwirausaha/berkerja mandiri dan membuka lapangan perkerjaan di bidang Industri Kreatif, sesuai dengan tagline STISI Telkom “Empowering You to Become Creativepreneur”. Mahasiswa STISI Telkom dididik untuk memiliki powerful skill di bidang seni rupa dan desain (baik manual maupun computerized), dengan penekanan pada penggalian kekeyaan alam dan budaya Indonesia.

Dilengkapi dengan perluasan wawasan dan pengayaan konsep (knowledge) di bidang ilmu pendukung serta ilmu sosial lainnya, termasuk manajemen, wira usaha, hak kekayaan intelektual (HAKI), serta attitude untuk menjadi professional designer dan calon insan kreatif masa depan. Seluruh kemampuan ini dipertajam secara bertahap dan diaktualisasikan melalui program CBC (Creative Business Coaching), dimana para calon lulusan merealisasikan rencana bisnis kreatif dan portfolio karya seni/desain-nya di bawah binaan para dosen dan praktisi industri kreatif. Program CBC memperoleh dukungan dan bantuan pembiayaan dari mitra-mitra industri STISI Telkom, yaitu kementrian terkait dan lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, berbagai lembaga keuangan dan perbankan.

STISI Telkom merupakan tranformasi dari STISI Bandung yang berdiri 2 September 1990, didirikan oleh Drs. Usnadibrata, M.Sn. di bawah Yayasan Pendidikan Mandiri Indonesia. Pada awal pendiriannya pada tahun 1990, STISI Bandung menyelenggarakan tiga program studi, yaitu S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Kriya Tekstil dan Mode, serta S1 Desain Interior. Penambahan program studi S1 Desain Produk terlaksana pada tahun 1991 dan S1 Seni Rupa tahun 1995. Pada tahun 2010 STISI Bandung bergabung dengan Yayasan Pendidikan Telkom menjadi STISI Telkom.
Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, STISI Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Industri Kreatif (FIK) atau Telkom Creative Industries School (TCIS). Selanjutnya pada tahun 2014 penamaan Telkom Creative Industries School (TCIS) diubah menjadi School of Creative Industries (SCI).

Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI Bandung):
  • Drs. Usnadibrata, M.Sn. (1990 - 1999)
  • Prof. Cecep R. Rochendi, S.Sn., M.Sn. (1999 - 2003)
  • Ir. Tengku Muda Aryadi, M.M. (2004 - 2006)
  • Imelda Tirra Usnadibrata-Furqon, S.H., M.M., M.Ed.M., M.Sc. (2007 - 2010)
Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom):
  • Imelda Tirra Usnadibrata-Furqon, S.H., M.M., M.Ed.M., M.Sc. (2010 - 2013)

Bandung Gelar Festival Produk Pebisnis Muda

Membangkitkan pemuda menjadi wirausahawan belakangan menjadi tren. Tren yang sama juga terjadi di Bandung akhir pekan lalu, misalnya. Kota Kembang itu baru saja menggelar festival produk kalangan usahawan muda dan para calon usahawan. Acara yang menampilkan produk-produk dari usahawan muda itu diselenggarakan event organizer (EO) MyOyeah. Tujuannya, agar para usahawan muda tidak saja mendapatkan keuntungan dari nilai transaksi produknya, melainkan juga mendapatkan ilmu pengetahuan tentang cara bikin usaha yang baik, utamanya soal soal perizinan. 

“Semua pameran ini berbau enterpreneur karena memang peserta bukan hanya jadi peserta pameran, tapi sekaligus dapat mencari peluang usaha waktu mereka pulang. Karena peserta dan masyarakat umum diberikan ilmu tentang kewirausahaan sesuai tujuannya membangkitkan wirausaha baru di kalangan pemuda,” papar Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat di Bandung, Rabu (6/6). 

Pameran itu dilengkapi stan info enterpreneurship, pelatihan, diskusi, dan sejenisnya. Dalam acara workshop tentang kemasan, misalnya, mereka diberi pengetahuan tentang mengemas produk yang baik, bukan saja dari narasumber ahli dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat, melainkan juga dari pemerintah setempat dan peserta yang sudah lebih dulu sukses. 

 “Jadi isi pameran ini penuh dengan sharing bisnis. Kebetulan semangat sharing anak muda di Bandung untuk berbagi pengalaman dan ilmu cukup tinggi. Dengan demikian mereka tidak khawatir orang yang diberikan ilmu bakal jadi musuh dalam persaingan usaha mereka kelak. Persaingan ini pun dijadikansalah satu materi agar bersaing secara sehat. Persaingan sehat akan memajukan dunia bisnis itu sendiri,” paparnya. Soal kemungkinan para peserta yang datang kondisinya dadakan atau karena mau ikut pameran lantas belanja barang-barang, 

Dede mengatakan, itu memang tidak bisa dihindari. Tapi panitia telah lebih dulu melakukan pengecekan biodata. “Mereka yang mau ikut pameran harus minimal satu tahun punya usaha. Ini terlepas dari statusnya sudah legal apa belum. Karena memang yang belum legal itulah yang diharapkan dapat informasi tentang tata cara pengurusan perizinan agar legal,” paparnya. Project Manajer MyOyeah, Swetla Wendrasti mengemukakan, acara bertajuk BoekabOekaan ini menjadi tempat konsultasi mulai dari legalitas, permodalan, produksi, pengemasan, distribusi, hingga aneka hal yang langsung disampaikan oleh orang yang berpengalaman di bidangnya. 

“Kemudian semua peserta dan pengunjung bisa mengikuti sharing dari para usahawan muda itu untuk membuka rahasia dapur usahanya. Karena ada yang masih mahasiswa, tapi sudah punya usaha maju dengan ratusan karyawan,” kata Swetla Wendrasti. Menurut dia, acara itu digagas karena banyak pengusaha pemula yang mengeluhkan soakl perizinan. Saat usahanya cukup maju dan hendak mengurus izin, ada saja kendalanya. “Maka itu, pameran jadi salah satu momentum yang pas. Tujuannya adalah memberi dukungan seluas-luasnya untuk usaha mikro dan menengah. Jumlah UKM di Jawa Barat saat ini, lebih dari 8, 2 juta dengan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan Provinsi Jawa Barat. UKM di Jawa Barat pun mampu menyerap tenaga kerja 80 persen dan memberi kontribusi lebih dari 60 persen produk domestic regional bruto Jawa Barat,” katanya

Spot Foto Liburan yang Bandung

Spot Foto Liburan yang Bandung

Kawasan Car Free Day Bandung
Tidak lengkap rasanya liburan di Kota Bandung, kalau kita tidak berfoto-foto seru. Nah, ada beberapa tempat di Bandung yang sudah sangat melekat dengan identitas kota tersebut. Berfoto di tempat ini, rasanya eksis banget!
Di Bandung, banyak bertebaran gedung bersejarah, monumen, instalasi seni dan lain-lain yang tidak ada di tempat lain. Hal inilah yang membuat beberapa spot di Bandung menjadi lokasi wajib para wisatawan untuk berfoto-foto.
Disusun detikTravel, Kamis (6/6/2012), inilah 5 spot foto liburan yang Bandung pisan euy!
  1. Gedung Sate Ini dia pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, sekaligus gedung yang menjadi landmark Kota Kembang. Hanya di Bandung ada gedung dengan pucuk bangunan seperti tusuk sate. Bangunan antik ini adalah spot foto yang populer di mata wisatawan. Bangunan megah didominasi warna putih ini juga punya taman yang menarik. Warga Bandung dan wisatawan menjadikan gedung berarsitektur Indo-Eropa ini sebagai tempat kumpul-kumpul, terutama di akhir pekan. Jeprat-jepret kamera di tempat ini adalah menu wajib! 
  2. Museum KAA/Gedung Merdeka Museum Konferensi Asia Afrika atau disebut juga Gedung Merdeka di Jl Asia Afrika, adalah gedung di Bandung yang sangat penting artinya dalam sejarah modern Asia dan Afrika. Setengah abad silam, para tokoh dunia semacam Soekarno sampai Jawaharlal Nehru berkumpul untuk kemajuan bangsa Asia dan Afrika. Gedung yang berdiri sejak 1895 ini punya arsitektur art deco yang unik sekaligus antik. Gedung ini kini berfungsi sebagai museum yang tetap terawat baik. Jalan raya di depannya kerap macet terutama pada jam berangkat dan pulang kerja warga Bandung. Tapi, pasti itu bukan halangan bagi wisatawan berfoto dengan latar bangunan bersejarah ini. 
  3. 3. Braga Inilah salah satu jalan paling tua di Bandung yang dipertahankan kondisinya sampai saat ini. Jalan Braga sejak era kolonial menjadi jalan yang penting dan dibuat dengan gaya tata kota negeri Eropa. Perhatikan jejeran bangunan dan pertokoan tua di kawasan ini. Sepintas kita merasa bukan berada di Bandung. Tidak salah memang, sudut Kota Bandung semacam ini yang membuatnya dijuluki Parijs Van Java. Berfoto di kawasan Braga adalah menu wajib para wisatawan. Biarkan kamera Anda merekam kepingan gambar masa silam, dengan Anda bergaya di dalamnya. 
  4. Taman Dago Jl Ir H Juanda, orang Bandung menyebutnya Jalan Dago, adalah pusat wisata belanja fashion. Aneka toko Factory Outlet dan distro bertebaran, diselingi aneka resto dan cafe. Tapi, spot foto paling menarik bukanlah jejeran toko baju. Bergeserlah ke Taman Dago, ada monumen sekaligus instalasi seni menarik berupa huruf D, A, G, O yang dipasang agak menyebar. Dengan sudut yang tepat, aneka huruf tersebut jelas terbaca "Dago". Berfoto di sini menjadi bukti kalau Anda sudah berjalan-jalan ke Bandung. Satu masalah minor adalah grafitti kasar yang sedikit menodai monumen ini. 
  5. Kebun Teh Lembang Bandung bahkan tetap cantik sampai ke jauh pinggiran kota. Naiklah terus ke atas kota Bandung, sampai Anda menemukan kebun teh menghampar di Lembang. Waaaah, Bandung banget ini! Dari situs Wisata Lembang, menyebutkan kalau kebun teh yang menghampar di lereng Gunung Tangkuban Perahu ini adalah lokasi favorit untuk wisata outdoor orang Bandung dan juga turis dari berbagai kota. Kebun teh yang hijau bak permadani menjadikan Kebun Teh Lembang adalah objek foto yang sempurna. Jadi, siapkan kamera Anda. Selamat berburu gambar nan indah di Kota Bandung.