Headlines News :
Home » , , » PKL Tujuh Titik Sasaran Berikutnya

PKL Tujuh Titik Sasaran Berikutnya

Komisi A DPRD Kota Bandung meminta agar keberhasilan pemkot dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Lapangan Gasibu, bisa dijadikan momentum untuk menertibkan PKL di kawasan tujuh titik serta titik-titik lainnya.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Haru Suandharu, pelaksanaan penertiban PKL Gasibu bisa diduplikasikan di tempat lainnya. Artinya, Pemkot Bandung harus menjadikan keberhasilan yang diraih sebagai momentum untuk menertibkan PKL yang ada di kawasan tujuh titik serta titik-titik lainnya.

Haru pun melihat, keberhasilan itu terjadi karena semua pihak terlibat dan tidak saling lempar tanggung jawab. "Sejak dulu saya katakan, kalau hanya Satpol PP sampai kapan pun penertiban tidak akan berjalan lancar," tandasnya ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Senin (24/1).

Seperti halnya di Gasibu, penertiban di tempat lain pun harus melibatkan semua pihak seperti TNI/Polri, Dishub dan aparat kewilayahan. "Sekarang pada ikut semua dan ternyata jalan bisa bebas hambatan," ungkapnya.

Anggota Komisi A, Aat Safaat menambahkan, upaya pemkot dalam menertibkan PKL Gasibu harus bisa menjadi dasar pijakan untuk menertibkan PKL di kawasan lainnya. Aat menilai, penertiban memerlukan peran serta seluruh pihak, karena penegakan hukum membutuhkan waktu lama mengingat masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat.

Yang harus dilakukan oleh Pemkot Bandung, tutur Aat, adalah terus melakukan penegakan hukum dan memberikan ruang yang layak bagi PKL sesuai UU No. 20/2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

"Pemkot memang tidak akan bisa mengakomodasi semua PKL, karena ruang yang terbatas. Jadi memang harus dilihat dulu latar belakang PKL-nya. Karena sekarang ini ada kecenderungan PKL juga dimanfaatkan pengusaha besar dan menjadikan mereka seolah sebagai PKL padahal hanya tukang yang cuma berjualan saja," papar Aat.

Terkait penertiban PKL di kawasan Lapangan Gasibu, Komisi A mengapresiasi keberhasilan Pemkot Bandung. Apalagi penertiban berlangsung dengan tertib dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat.

Haru menilai, penertiban berlangsung cukup tertib meski dalam pelaksanaannya masih ada pedagang yang belum mengetahui upaya Pemkot Bandung. Hal positif yang terlihat berupa kelancaran lalu lintas di tiga ruas jalan di sekitar kawasan Lapangan Gasibu.

"Memang ada pedagang yang belum tahu, tapi itu wajar. Sebab itu sosialisasi harus diperkuat. Tapi secara keseluruhan kita melihat upaya itu cukup berhasil," terang Haru.

Setelah ditertibkan, saatnya pemerintah menyiapkan pengelolaan pasar yang tertib dan nyaman. Karena menurut Haru, tidak sedikit PKL yang berjualan, seperti di Gasibu, merupakan pedagang yang memiliki kios di pasar modern atau tradisional yang ada di Kota Bandung. Oleh karena itu, Haru menilai pengelolaan pasar modern atau pun tradisional, harus diberdayakan secara optimal agar bisa berfungsi kembali.

"Sekarang siapkan pasar modern dan tradisional di Kota Bandung yang hampir bangkrut, untuk menampung PKL. Berdayakan agar bisa berfungsi kembali. Kampanyekan soal pasar ini sehingga pembeli mau berkunjung ke pasar. Kalau berdaya saing pedagang pun akan betah dan nyaman berjualan di pasar," tuturnya.

Revitalisasi

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi menuturkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan terkait pelaksanaan penertiban PKL Gasibu, pihaknya menilai pelaksanaan itu berjalan tertib dan membuahkan hasil yang cukup positif. Upaya itu pun yang akan terus dilakukan dalam rangka penyelesaian jangka pendek.

"Kita masih akan terus melakukan pembahasan, pengkajian untuk penanganan jangka panjangnya, sambil menunggu rekomendasi dari Dewan Pengembangan Ekonomi. Untuk sementara, realisasi penertiban sebagaimana yang dilakukan Minggu (23/1) lalu," kata Edi kepada wartawan usai menghadiri launching pencairan dana PNPM Mandiri APBD Kota Bandung, di aula kantor Kel. Paledang, Kec. Lengkong, Jln. Karapitan.

Meski masih akan melakukan pembahasan dan pengkajian lebih lanjut, namun Edi menyatakan, kemungkinan besar untuk penataan jangka panjang akan dilakukan revitalisasi Lapangan Gasibu dan mengembalikan fungsinya sebagai kawasan untuk berolahraga dan ruang publik. Untuk penataan Lapangan Gasibu, diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 5 miliar.

"Kita ingin lintasan larinya seperti yang di GOR Pajajaran. Kita juga berencana memperbaiki pagarnya dan fasilitas lainnya sehingga fungsi Gasibu dikembalikan sebagai tempat untuk berolahraga dan ruang terbuka untuk publik, bukan sebagai tempat berjualan. Itu memang masih wacana, tapi kita akan berupaya bisa merealisasikanya," papar Edi.

Mengenai pernyataan yang disampaikan Komisi A yang meminta pemkot untuk menjadikan penertiban PKL Gasibu sebagai momentum menyelesaikan masalah PKL di titik-titik lainnya, Edi menuturkan, hal itu juga akan menjadi komitmen Pemkot Bandung.

Pemkot akan menata PKL yang ada di Jln. Dalem Kaum dan Kapatihan untuk masuk ke basement Masjid Raya Bandung. Pemkot akan melakukan pembicaraan dengan Badan Pengelola Masjid untuk penataan tersebut.

Edi pun menambahkan, komunikasi dengan koordinator PKL di dua lokasi itu sudah mulai terjalin dan cukup positif. "Kita akan giring para PKL itu masuk ke basement. Semuanya sedang dalam proses," imbuh Edi.
Share this article :

0 komentar:

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Visit Bandung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger